Tentang Kami


Para ilmuwan di berbagai negara telah meneliti hubungan antara perubahan iklim global dan kandungan karbon di atmosfer yang menghasilkan kesimpulan jika karbon dioksida yang dilepaskan ke udara melalui pembakaran bahan bakar fosil — gas, batu bara, dan minyak — memiliki dampak yang besar bagi perubahan iklim dunia. Dalam 100 tahun terakhir, suhu bumi telah menghangat sebesar 1 derajat Fahrenheit dan mungkin akan terus meningkat lebih dari 4-6 derajat di masa depan. Kondisi ini akan mengakibatkan kenaikan suhu global dan perubahan pola cuaca.

Isu tentang perubahan iklim sendiri sudah menjadi perhatian besar dari berbagai sektor baik di tingkat internasional, regional, nasional, bahkan lokal. Berbagai kejadian terkait kondisi iklim yang tidak menentu seperti banjir, kekeringan, longsor dengan intensitas yang semakin meningkat telah menimbulkan banyak korban jiwa, kerugian ekonomi, dan kerusakan ekologi. Kondisi tersebut perlu disikapi dengan penguatan tindakan di tingkat daerah yang dapat berkontribusi pada upaya mitigasi dalam penurunan emisi serta upaya adaptasi untuk meningkatkan kapasitas semua pihak dalam menghadapi dampak perubahan iklim. Oleh karena itu, perlu adanya komunikasi publik yang dilakukan oleh pemerintah agar ada pemahaman bersama tentang dampak perubahan iklim.

Peningkatan partisipasi para pemangku kepentingan dalam program pengendalian perubahan iklim semakin meningkat ketika pemerintah berkomitmen untuk menerapkan Perjanjian Paris. Transparansi informasi ini ditunjukkan dengan tingginya minat para pemangku kepentingan untuk mengupayakan aksi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim. Sebagai bagian dari upaya pengendalian perubahan iklim, dukungan seluruh pihak sangat dibutuhkan, baik itu jajaran di pemerintahan pusat, daerah, dan masyarakat. Hal ini dikarenakan adaptasi dan aksi mitigasi perubahan iklim tidak dapat dilakukan oleh pemerintah sendiri. 

Oleh sebab itu, diusulkan gagasan untuk melanjutkan Festival Iklim. Hal tersebut dilakukan untuk menjembatani kerjasama antara pemerintah, peneliti, LSM, pihak swasta dan masyarakat luas, serta meningkatkan kesadaran dan partisipasi publik dalam aksi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim. Festival Iklim 2020 juga akan menjadi wadah Direktorat Jenderal Perubahan Iklim KLHK (DJPPI) untuk berbagi pencapaiannya selama setahun terakhir dan menyajikan pandangan baru bagi masyarakat Indonesia tentang paradigma yang sadar akan dampak perubahan iklim.

//